Lethal White (Kuda Putih) – Robert Galbraith

foto buku punya fitria mayraniJudul : Lethal White (Kuda Putih)

Penulis : Robert Galbraith

Alih bahasa : Siska Yuanita

Jumlah halaman : 704

Tahun terbit : 2019

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Harga : Rp230.000 (Pulau Jawa)

Cormoran Strike Is Back! 

Berselang tiga tahun sejak kemunculan buku ketiga, Career of Evil, tahun ini Robert Galbraith kembali lagi menyapa pembacanya lewat Lethal White. Kembalinya sang detektif membawa cerita baru yang pastinya sangat dinantikan oleh penggemarnya.

Cerita berawal dari kedatangan seorang pemuda dengan gangguan kejiwaan ke kantor Strike bernama Billy Knight, untuk meminta bantuannya menyelidiki kejahatan yang disaksikannya semasa kecil. Strike belum sempat mengorek informasi lebih banyak tetapi Billy sudah telanjur melarikan diri karena panik.

Billy menderita gangguan mental yang disebut skizoafektif. Melansir situs Hello Sehat, skizoafektif adalah gangguan mental di mana seseorang mengalami gangguan gejala skizofrenia, seperti halusinasi atau delusi, dan gejala gangguan suasana hati seperti depresi atau *mania.

*Mania adalah kondisi gangguan suasana hati yang membuat seseorang merasa sangat bersemangat secara fisik dan mental.

Sulit untuk mempercayai cerita Billy mengingat kondisi mentalnya yang sedang tidak stabil ditambah petunjuk yang ditinggalkan juga sangat minim. Tetapi toh pada akhirnya Strike memulai penyelidikan atas laporan Billy tersebut. Ada rasa kasihan dan keresahan pada pemuda itu sehingga Strike ingin membuktikan sendiri kebenaran ceritanya.

Penelusuran Strike mencari keberadaan Billy justru membawanya ke permasalahan yang lebih pelik. Siapa sangka permasalahan tersebut akan menyeret Menteri Kebudayaan yang ternyata memiliki hubungan dengan keluarga Billy. Laporan Billy juga menjadi cikal bakal terungkapnya berbagai kasus, bahkan kasus baru mulai bermunculan di tengah proses investigasi.

Cormoran Strike dan Robin Ellacot Beraksi

Setelah sukses menangani kasus Shacklewell Ripper, Strike menjadi lebih dikenal publik. Hal ini menyulitkan ruang gerak Strike dalam bekerja sehingga dia harus mengerahkan bantuan dari orang-orang kepercayaannya. Mau tidak mau Robin juga harus bekerja lebih ekstra hati-hati untuk pekerjaan ini. Robin bahkan harus melakukan penyamaran demi penyamaran untuk mengelabui targetnya sekaligus memudahkannya memperoleh informasi. Robin menjadi kaki tangan Strike yang selalu dapat diandalkan dengan naluri detektifnya yang semakin menonjol.

Keunggulan Strike sebagai detektif partikelir tampak dari kejeliannya menganalisis kejadian dan menyusun serpihan-serpihan petunjuk. Strike juga tak ragu melibatkan instingnya. Satu-satunya penghalang Strike dalam upayanya mengungkap kasus adalah kaki buntungnya yang tidak kooperatif. Strike tidak bisa berlama-lama mengenakan kaki prostetiknya karena itu akan menyebabkan perih yang tak bisa ditahannya. Maka bantuan Robin dan orang kepercayaannya sangatlah berarti bagi Strike.

Strike dan Robin dalam Jebakan Asmara

Defficile est longum subito deponere amorem, 

Difficile est, verum hoc qua lubet efficias. 

Alangkah sulit mencampakkan cinta lama begitu saja, 

Sulit tapi harus dilakukan dengan cara apa apun. 

(halaman 495)

Satu hal yang menarik perhatian saya di buku keempat ini adalah Robert Galbraith mencoba menggali lebih dalam kehidupan pribadi pasangan detektif Robin dan Strike, yang menurut saya sehebat apa pun prestasi mereka sebagai detektif, mereka tetaplah manusia biasa yang memiliki sisi melankolis yang manusiawi. Mereka berdua digambarkan sebagai pribadi yang tangguh di luar tetapi rapuh di dalam. Keduanya bisa dikatakan lagi sama-sama melow dengan kehidupan asmara masing-masing. Robin gamang dengan pernikahan toksiknya bersama Matthew. Dia juga lelah dengan perilaku Matt yang suka mengatur geraknya dalam bekerja. Belum lagi Robin harus bisa menjamin dirinya dalam kondisi sehat secara mental mengingat dia masih trauma pasca kasus Shacklewell Ripper waktu itu. Sementara Strike, menjadi target buruan wanita masa lalunya yang telah bersuami. Strike sesungguhnya pun telah memiliki tambatan hati, ya walaupun jauh di lubuk hatinya, Strike sama sekali tidak terlalu mempedulikan pacarnya itu.

Sejak di buku pertama saya sudah curiga kalau Strike sebetulnya ada ketertarikan dengan Robin. Hanya saja, kali pertama kemunculannya di kantor Strike, wanita cantik itu sudah lebih dulu berpacaran dengan Matt. Mudah-mudahan di buku selanjutnya ada perkembangan hubungan (yang lebih serius) antara kedua partner kerja ini.

Kesimpulan

Lethal White menyuguhkan cerita yang rumit dan berkelok-kelok. Perkembangan ceritanya melebar ke sana ke mari mengusik rasa penasaran sekaligus membuat tidak sabaran. Namun demikian, kelebihan novel ini terletak pada jalinan ceritanya yang detail. Penggambaran sudut-sudut kota London terasa lebih nyata dan eksplorasi tempat-tempat menawan menjadi daya tarik tersendiri bagi pembaca. Di sisi lain, pembaca tidak hanya disuguhkan cerita detektif yang menegangkan tetapi juga menghadirkan persoalan-persoalan lain seperti cerita di balik meriahnya Olimpiade Musim Panas, kisah kelompok kiri yang brutal, kehidupan pribadi pejabat publik, isu rasisme, pengkhianatan dan skandal seksual, perkawinan yang tidak sehat, sampai pada masalah kesehatan kejiwaan. Satu hal lain yang menarik bahwa novel ini memberikan sesuatu yang tidak biasa di penghujung cerita.

Robert Galbraith alias J. K. Rowling memang penulis cerita yang ulung. Meski bukan novel yang membosankan, novel ini membuat saya tidak sabaran menunggu aha momennya. Dengan tebal lebih dari 700 halaman, novel ini memiliki banyak tokoh dan detail kejadian yang membutuhkan fokus.

Sekarang pertanyaannya, apakah buku ini menyerupai serial Harry Potter yang mana di nomor-nomor selanjutnya akan semakin tebal? Jika buku keempat ini saja berjumlah 704 halaman, saya harap, mudah-mudahan di buku kelimanya nanti tidak lebih dari 800 halaman setelah diterjemahkan.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s