Berubah Atau Kalah : Kisah Perubahan 24 Ibu Setelah Mengikuti Matrikulasi Institut Ibu Profesional

Siapa yang tidak mengenal Institut Ibu Profesional (selanjutnya akan saya sebut IIP) . Komunitas ini digagas oleh Ibu Septi Peni Wulandani yang beranggotakan para ibu dan calon ibu yang ingin meningkatkan kualitas diri sebagai perempuan, seorang istri, dan seorang ibu. Institut Ibu Profesional adalah forum belajar yang dikelola secara daring (online) dan forum diskusi luring (offline) yang diselenggarakan di 57 kota di Indonesia dan 10 negara.

Di Institut Ibu Profesional terdapat beberapa kelas yang diikuti oleh ibu dan calon ibu. Salah satu kelas yang diikuti disebut matrikulasi. Kelas matrikulasi berjalan selama dua minggu. Selama berada di kelas matrikulasi, peserta akan diberikan NHW (Nice Homework) dengan tema yang beragam. Kelas matrikulasi ini merupakan tahapan awal proses pembelajaran karena setelah peserta mengikuti kelas matrikulasi, peserta akan ‘naik kelas’ ke tingkat yang lebih mendalam lagi. Nah, dari sekian banyak peserta matrikulasi, tim IIP berhasil merangkum 24 tulisan terpilih tentang pengalaman ibu dan calon ibu sebelum dan sesudah mengikuti kelas matrikulasi IIP.

Katanya untuk menjadi orangtua, khususnya seorang ibu itu tidak ada sekolahnya. Hmmm, memang sih, secara formal memang tidak ada satu pun universitas yang memiliki jurusan ‘orangtua profesional’– bagaimana menjadi orangtua teladan bagi anak-anaknya. Di zaman yang serba canggih ini, ilmu apapun bisa kita dapatkan dengan sangat mudah. Termasuklah ilmu parenting yang begitu menjamur di dunia maya yang dibagikan secara sukarela oleh para pakar yang ahli di bidangnya. Institut Ibu Profesional salah satu komunitas yang konsen di bidang pendidikan keluarga berusaha mendidik para ibu dan calon ibu yang ingin tumbuh dan belajar bersama serta saling menguatkan agar bisa menjadi perempuan, ibu, sekaligus istri yang bermanfaat di keluarga dan masyarakat. Institut Ibu Profesional adalah sarana belajar yang tepat untuk meningkatkan kualitas diri karena menjadi ibu itu perlu ilmu.

Mungkin ada yang berpikiran seperti ini, “Ah, jadi ibu di zaman sekarang kok ribet banget, ya?” Well, zaman sudah berubah. Cara mendidik anak zaman dulu tidak bisa diterapkan lagi di zaman sekarang. Seperti kata petuah ‘didiklah anakmu sesuai zamannya’. Pesan itu menyiratkan bahwa sebagai ibu, wajib hukumnya belajar dan menggali ilmu pengasuhan agar ibu tidak salah dalam mendidik anak. Pun mengasuh anak di zaman ini adalah sebuah tantangan yang berat. Oleh sebab itu, seorang ibu harus dibekali dengan ilmu yang mumpuni.

Membaca 24 kisah di buku ini membuka wawasan saya bagaimana seorang ibu begitu gigih dalam mengasuh anaknya. Ada yang sampai berhenti bekerja demi mengasuh dan mendidik buah hati. Walaupun saya belum memiliki anak, saya tahu betapa beratnya meninggalkan anak di rumah bersama pengasuh atau orangtua sementara kita mencari nafkah. Saya tahu hal ini menjadi pergolakan batin bagi ibu pekerja. Apalagi bila sudah mengalami pengalaman buruk dengan pengasuh anak, rasa bersalah seketika menggelayut di pikiran dan sesak di dada. Maka keputusan resign dari kantor dan memilih mengasuh sendiri adalah pilihan yang bijak. Di sini kita bisa melihat bahwa ego bisa dikalahkan bila sudah menyangkut anak.

Kisah-kisah di buku ini dituturkan sangat lincah oleh penulis-penulisnya. Dengan gaya bahasa yang sederhana, membacanya membuat saya merenung, “apakah yang saya butuhkan sebenarnya? Sudahkah saya bersyukur? Hal-hal apa saja yang harus saya ubah dan perbaiki dalam hidup saya?” Melihat perubahan yang begitu nyata dari para penulis mengindikasikan bahwa IIP dengan kelas matrikulasinya tidak main-main dalam menggembleng para peserta sehingga hasil yang didapatkan memberikan pengaruh positif bagi kehidupan.

Bagaimana kelas matrikulasi IIP bisa mengubah paradigma seseorang? Sudah saya singgung di atas bahwa di IIP para peserta diberikan NHW (Nice Homework) yang kemudian saya tangkap sebagai perenungan dan pembelajaran bagi peserta matrikulasi. NHW inilah yang mungkin menjadi lecutan dan motivasi peserta untuk mencapai apa yang menjadi fokus dan tujuan hidup mereka. NHW menurut saya memiliki power yang pengaruhnya jelas dan terarah. NHW bukan hanya berhasil mengubah 24 ibu dan calon ibu di buku ini tetapi saya sangat yakin ribuan ibu dan calon ibu di luar sana yang tulisannya tidak dimuat di buku ini pun juga merasakan hal yang sama.

Saya adalah seorang ibu rumah tangga yang belum memiliki anak. Setiap hari saya nyaris tidak keluar rumah. Pekerjaan domestik menuntut saya untuk lebih banyak di rumah ketimbang haha hihi bersama teman. Jenuh, sudah pasti menghampiri. Untungnya saya punya passion dan hobi yang saya jalani dengan senang hati. Di buku ini banyak kisah ibu rumah tangga yang membuat saya merasa bangga menyandang status sebagai ibu rumah tangga penuh waktu. Kisah-kisah di buku ini menguatkan saya menjalani keseharian saya sebagai IRT.

“Orang bilang berdaster di rumah itu kampungan? Maka saya buktikan, kami jadi lebih punya lebih banyak waktu untuk memperluas wawasan.” (Nurul Khoirun Nisa, hal. 35)

Walaupun saya tidak mengikuti kelas di Institut Ibu Profesional, tapi saya sangat merasa terhormat bisa mendapatkan buku ini dari salah satu kontributornya, yaitu Mbak Sita Evita dari IIP Surabaya. Terima kasih atas kesempatan yang diberikan, sungguh membaca buku ini menjadi suatu pengalaman yang tak terlupakan. Saya senang karena pengalaman-pengalaman yang tertuang di buku ini sarat akan hikmah dan pesan yang patut direnungi bersama. Dari cerita Mbak Sita sendiri saya bisa mengambil kesimpulan bahwa kita tidak boleh menunda-nunda pekerjaan dan jangan terlalu takut pada sesuatu yang belum terjadi.

Buku ini menarik namun tetap ada kekurangan. Saya menemukan beberapa saltik dan satu halaman kosong yakni di halaman 130. Saya tidak tahu apakah buku-buku ini melalui quality control (QC) atau tidak. Harapan saya, bila buku ini nantinya dicetak ulang semoga pihak penerbit bisa memperbaiki kekurangan-kekurangan tersebut.

Identitas buku :

Judul : Berubah Atau Kalah : Kisah Perubahan 24 Ibu Setelah Mengikuti Matrikulasi Institut Ibu Profesional

Penulis : Sita Evita, dkk

Penerbit : KIPublishing

Jumlah halaman : 196

Tahun terbit : Desember 2018

IMG20190405215817

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s