Siddhartha by Hermann Hesse

Siddhartha

“Cinta bisa diperoleh dengan mengemis, membeli, menerimanya sebagai hadiah, menemukannya di jalan, tetapi tak bisa dicuri.” (Kamala – hal. 66-67)

***

Siddhartha meninggalkan keluarganya untuk hidup sebagai samana, namun jiwanya tidak menemukan kedamaian, dan dia pun pergi untuk menjalani kehidupan duniawi. Seorang anak terlahir untuknya, tetapi ini pun tidak menenteramkann hatinya, dan dia kembali mengembara. Dalam kkeadaan nyaris putus asa, Siddhartha sampai di tepi sungai dan bertemu dengan Vasudeva si tukang perahu. Pertemuan ini menjadi awal kehidupannya yang baru—awal dari penderitaan, penolakan, kedamaian, dan akhirnya kebijaksanaan.

Judul : Siddhartha
Penulis : Hermann Hesse
Alih Bahasa : Gita Yuliani
Tahun Terbit : 2014
Jumlah Halaman : 168
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
ISBN : 978-602-03-0419-9
Harga : Rp35.000,00

***

Siddhartha merupakan salah satu novel dari penulis dan peraih nobel sastra asal Jerman, Hermann Hesse. Novel ini mengisahkan perjalanan seorang anak Brahman bernama Siddhartha dalam mencari kebijaksanaan. Ketidakpuasaannya pada pengajaran oleh para Brahman memaksanya ‘berduet’ memulai perjalanan pencarian kebijaksanaan bersama temannya, Govinda. Mereka masuk ke dalam hutan untuk bergabung bersama Samana. Namun lagi-lagi, Sidhartha tak menemukan kebijaksanaan itu. Kemudian mereka berguru pada Gautama, seseorang yang sudah mencapai level enlightment. Bersama Gautama, Siddhartha mendapatkan apa yang ia inginkan. Namun, ia ingin mencari kebijaksanaan itu sendiri. Siddhartha dan Govinda berpisah, menempuh jalan mereka masing-masing.

Dalam pengembaraannya, Siddhartha menumpang sebuah perahu yang dikemudikan oleh Vasudeva. Ia sampai ke kota besar sebelum sore. Di sana ia bertemu dengan pelacur kelas tinggi yang tersohor bernama Kamala. Pelacur itu memiliki paras cantik. Puja dan puji keluar dari mulut Siddhartha untuk sang pelacur. Malamnya, Siddhartha datang untuk meminta pengajaran pada Kamala.

“Dan kalau kau tidak keberatan, Kamala, aku ingin memintamu menjadi teman dan guruku, karena aku belum tahu apa pun tentang seni yang sudah kaukuasai pada tingkat tertinggi.” (Halaman 64-65)

Tak mudah menaklukkan hati seorang pelacur kelas kakap macam Kamala. Ia mau memberikan pengajaran itu asalkan Siddhartha bersedia memperindah busananya dan mempertebal dompetnya. Tentunya, untuk memperindah pakaian dan mengisi dompet ada sesuatu yang harus dilakukan, artinya Siddhartha mau tidak mau harus bekerja. Siddhartha memiliki keahlian melantunkan syair-syair indah, membaca, dan menulis. Kamala memerintahkannya untuk bekerja pada seorang pedagang bernama Kamaswami. Si pedagang mengamanahi tugas menuliskan surat-surat penting dan kontrak-kontrak kepada Siddhartha. Dari pekerjaan ini, Siddhartha mampu memenuhi apa yang menjadi keinginan Kamala: pakaian indah dan dompetnya tebal. Rupanya pencapaian ini tak membuat hatinya damai. Siddhartha memutuskan kembali mengembara dan meninggalkan kehidupan mewahnya.

Dalam perjalanannya, Siddhartha bertemu dengan teman lamanya, Govinda. Govinda mendapati sahabatnya tengah tertidur pulas di bawah sebuah pohon. Govinda menunggu dengan sabar Siddhartha yang sedang tertidur, hanya untuk menyapa. Ketika Siddhartha membuka mata, perasaan suka cita mengisi dadanya. Ia berjumpa kembali dengan sahabat yang dirindukannya. Sayangnya, karena terlalu lama tak bertemu, Govinda tak mengenali Siddhartha. Siddhartha meyakinkan sahabatnya bahwa orang yang ia temui adalah teman masa mudanya. Pertemuan yang singkat itu memaksa mereka untuk menahan rindu yang lebih lama lagi. Govinda harus kembali pada rombongan Samana-nya sedangkan Siddhartha kembali dengan tujuan hidupnya; mencari kebijaksanaan.

Siddhartha melanjutkan pengembaraannya. Ia kembali menumpang sebuah perahu. Ya, perahu yang sama yang pernah ia naiki beberapa waktu silam, dengan pengemudi yang sama, Vasudeva. Bersama Vasudeva, Siddhartha merajut hidup yang baru, melupakan semua hal yang berbau duniawi. Bersama Vasudeva, banyak kejadian yang tak pernah ia duga sebelumnya.

***

Novel ini pertama kali terbit dalam bahasa Jerman pada 1922. Sebuah karya kalsik dunia yang mengambil latar tempat di India. Beberapa teman sempat kaget karena saya dikira mencomot buku agama Buddha. Saya bilang ini cuma novel klasik tentang tokoh agama Buddha yang wajib dibaca. Hmmmm… Siddhartha dan Gautama itu beda ya… Siddhartha itu lebih tepatnya murid Gautama atau Gotama. Buku ini tipis, berdasarkan informasi di atas tak sampai 200 halaman. Cocok dibaca sambil ngabuburit menunggu waktu berbuka tiba.

Saya tak bisa berkomentar banyak. Novel-novel klasik seperti ini sudah didesain indah sejak dulu oleh para penciptanya. Novel ini seolah mengatakan ‘dilarang mengkritik’. Memang, kita tak perlu lagi berkomentar tentang plot yang berantakan atau cerita yang tak masuk akal. Tak perlulah kita mengajari penulisnya soal tetek bengek cara menulis cerita agar disukai pembaca. Berbeda dengan novel masa kini yang bisa kita kritik habis-habisan. Sejatinya, novel klasik dicetak kembali untuk dinikmati oleh generasi setelahnya. Sebagai penikmat novel klasik, sejauh ini pandangan saya masih soal selera; suka dan tidak suka. Itu saja!

Hermann_Hesse_-_Siddhartha_(book_cover)
Novel Siddhartha versi asli

Advertisements

Bad Romance : Cerita Remaja Beraroma Lokal

Bad Romance

“Memang kalau punya pacar, apa manfaatnya menurut kamu?”  (Halaman 67)

***

Adithya Putra Ramdhani adalah remaja SMA yang tomboi. Ya, dia perempuan, bahkan cukup manis sebenarnya. Dia sangat membenci namanya. Dia yakin namanya ini sangat berpengaruh pada perilaku, kehidupan, dan juga problematika cintanya.

Adithya sangat ingin memiliki pacar karena ia sudah bosan dengan kehidupannya yang selalu disamakan dengan laki-laki. Dia ingin membuktikan kepada teman-temannya, juga kakak-kakaknya, kalau dia adalah perempuan tulen yang pantas mendapatkan pasangan.

Hopla! Dia melakukan berbagai cara jitu untuk tebar pesona. Betapa bahagianya ketika usaha-usahanya mulai menampakkan hasil, dia bahkan menjadi rebutan dua orang cowok sekaligus! Namun, sayang sekali ternyata dia harus mengakhiri semuanya karena…

Karena apaaaa???

Judul : Bad Romance : Aku Memilih Menjadi Jomblo (Lagi)
Penulis : E. Zazi
Editor : Herlina P. Dewi
Proofreader : Tikah Kumala
Cetakan : I, Juli 2013
Tebal : 254 Halaman
Penerbit : Stiletto
ISBN : 978-602-7572-16-4

***

Adithya Putra Ramdhani, kalau dilihat dari namanya sudah tentu itu nama cowok. Tapi rupanya nama itu milik seorang cewek. What? Iya, betul. Kalian tak salah baca. Adithya Putra Ramdhani diharapkan terlahir laki-laki. Orangtuanya sudah kadung memberikan nama itu karena hasil USG menunjukkan bayi mereka berjenis kelamin laki-laki.

Nama itu merepresentasikan keseharian Adith. Ia tumbuh sebagai gadis tomboi. Kelakuannya tak mencerminkan anak perempuan pada umumnya. Ia tak akrab dengan seperangkat alat make-up yang umumnya digandrungi oleh remaja seusianya. Untuk urusan asmara pun, Adith kalah telak. Boro-boro punya pacar, dekat dengan lawan jenis pun belum pernah. Beruntung Adith punya sahabat, Jepi namanya. Ibarat tong sampah, Jepi adalah orang yang mau menampung semua uneg-uneg yang dimuntahkan Adith.

Di sekolah, Adith tergolong siswi biasa-biasa saja. Prestasi akademiknya tidak begitu cemerlang. Menyoal prestasi sekolah, Adith tak terlalu mengejar target. Satu yang selalu membebani pikirannya: ia ingin punya pacar. Adith menyadari dirinya berbeda dengan teman perempuan di sekolahnya. Namun, cewek tomboi juga berhak jatuh cinta dan punya pasangan, bukan?

Berbicara soal remaja, memang tak lengkap bila tidak menyinggung soal asmara. Remaja dan asmara adalah satu paket yang diciptakan oleh fitrah yang dinamakan pubertas. Perasaan cinta dengan lawan jenis sulit untuk dihalau. Yang pernah remaja dulu pastinya bisa merasakan debaran cinta bilamana bertemu dengan seseorang yang namanya terpatri di hati. Adith, di masa remajanya ingin sekali mengecap manisnya asmara. Tapi Adith lupa, keinginannya ini hanyalah ego yang menguasai hatinya. Ia tak pernah memikirkan dampak yang terjadi akibat keinginan yang terlalu dipaksakan.

Adith berusaha keras agar perhatian para cowok tertuju padanya. Lewat bantuan Jepi, Adith mempraktikkan jurus-jurus (yang menurut Jepi) jitu. Tindakan Adith ini malah dianggap teman dan keluarganya aneh. Teman lain turut membantunya, kali ini teman sekelasnya, Lidya. Lidya terkenal punya banyak pacar. Adith iri, ia ingin seperti Lidya yang selalu menjadi rebutan para cowok. Lewat bantuan Lidya, Adith dekat dengan dua orang cowok. Adith girang bukan kepalang. Tapi karena belum pernah pacaran, Adith tak pernah berpikir bagaimana rasanya sakit hati. Ia abai pada kenyataan bahwa tak selamanya cinta seindah taman surga. Tapi setidaknya, Adith bahagia karena keinginan untuk mendapatkan pacar akhirnya terbayar. Jerih payahnya berbuah hasil.

Membaca novel ini membawa saya ke masa silam. Kemudian ia menghantarkan saya ke masa kini, melihat realita kehidupan remaja yang menghampar di depan mata. Novel ini memberikan petuah, memberikan pesan bagi sesiapa saja yang dengan sengaja atau tidak sengaja mencomot novel ini di deretan rak toko buku kemudian membacanya hingga khatam. Pesannya mengena, terlebih jika pesan itu ditujukan kepada para remaja.

Dari segi cerita, ini adalah cerita remaja yang biasa: remaja, sekolah, teman, dan cinta. Namun bolehlah saya sedikit memuji penulisnya. Sepanjang saya membaca teenlit, selalu saja berlatar tempat di kota-kota besar seperti Jakarta dan Bali atau bahkan luar negeri. Di novel ini, kita akan menemukan Majalengka, kota kecil di Provinsi Jawa Barat sebagai latar tempatnya. Suatu hal yang cukup berani menghadirkan setting tempat yang berbeda. Yang saya suka lagi adalah kehidupan para tokohnya yang sederhana. Bisa dikatakan, penulis ingin menghadirkan cerita remaja ala kampung tetapi tidak kampungan. Dialog khas ala remaja masa kini ditambah dengan selipan bahasa lokal juga berhasil menghidupkan cerita. Terakhir, izinkan saya memberikan rating 3/5 untuk novel bercita rasa lokal ini.

[REVIEW NOVEL] The 100-Year-Old Man Who Climbed Out of the Window and Disappeared

IMG-20140715-00631

The 100-Year-Old Man Who Climbed Out of the Window and Disappeared adalah karya fenomenal besutan penulis Swedia, Jonas Jonasson. Novel ini pertama kali rilis di Swedia pada tahun 2013 dan sudah difilmkan. Label persuasif yang tertera pada sampul depan Telah terbit di 40 negara mendorong saya untuk mencomot novel ini dari rak toko buku.

Judul : The 100-Year-Old Man Who Climbed Out of the Window and Disappeared
Pengarang : Jonas Jonasson
Penerjemah : Marcalais Fransisca
Penerbit : Bentang Pustaka
Jumlah Halaman : 508
ISBN :978-602-291-018-3

Allan Karlsson, pria tua berusia seratus tahun. Maniak vodka. Pada hari Senin, 2 Mei 2005 tepat di hari ulang tahunnya, melompat dari jendela kamarnya untuk menghindari perayaan pesta ulang tahunnya yang keseratus, kurang dari satu jam sebelum pestanya dimulai. Perjalanan itu tak terencana. Namun kaki tuanya mampu menuntunnya ke Terminal Bus Malmköping. Meski sudah berada di terimal, tetap saja destinasi minggatnya masih belum jelas. Lalu dilihatnya jadwal keberangkatan bus. Matanya tertuju pada jadwal bus nomor 202 tujuan Strängnäs yang akan berangkat tiga menit lagi.

Di Terminal Bus Malmköping, Allan bertemu seorang pemuda berambut pirang panjang berminyak, membawa sebuah koper besar, dan berjaket denim yang bertuliskan Never Again di bagian punggungnya. Karena kebelet, pemuda tersebut menitipkan koper besar miliknya pada Allan. Bukannya menunggu pemuda itu menyelesaikan ‘hajatnya’, Allan justru membawa koper itu bersama rencana kaburnya ke Strängnäs. Pikir Allan, koper itu berisi pakaian yang nantinya bisa ia pakai di hari-hari pelariannya.

Siapa sangka, koper besar yang telah berpindah tangan itu membawa petaka untuk Allan. Karena koper itu, Allan dikerjar-kejar kelompok gangster Never Again. Kelompok kriminal tersebut terus menguntit keberadaan Allan. Sedangkan Allan sendiri tak mengetahui dirinya berada dalam bahaya. Tersebab koper ini juga, Allan menjadi buronan polisi. Awalnya pihak Rumah Lansia hanya membuat laporan atas hilangnya Allan dari tempat itu. Namun, kasus berkembang menjadi tindakan kriminal yang melibatkan Allan. Mengapa kelompok gangster dan polisi begitu bernafsu mencari Allan? Apa gerangan isi dalam koper tersebut?

Allan, tokoh sentral dalam novel ini memang unik. Allan memiliki selera humor yang baik. Hanya Allan yang mampu mengalihkan interogasi menjadi lawakan. Untuk plot, novel ini menggunakan alur maju-mundur. Alur maju menceritakan petualangan Allan pasca melarikan diri dari Rumah Lansia sedangkan alur mundur mengisahkan kehidupan Allan semasa kecil hingga berusia lanjut. Allan muda tumbuh di era abad kedua puluh. Semasa hidupnya, Allan memiliki relasi yang baik dengan para petinggi dunia. Pekerjaan Allan adalah sebagai peledak dinamit, para petinggi dunia memanfaatkan jasa Allan untuk perang.

Novel ini diterjemahkan dengan baik. Alur ceritanya mengalir dan saya bisa masuk ke dalam cerita meski ada beberapa bagian yang membuat dahi saya mengernyit. Namun, saya merasa di bagian alur mundur diceritakan pada porsi terlalu panjang, harusnya beberapa bagian dipotong supaya bisa lebih fokus di bagian pasca Allan melarikan diri dari Rumah Lansia. Saya percaya, ceritanya akan lebih menegangkan jika penulis memberikan porsi yang lebih di bagian petualangan Allan membawa kabur koper kelompok gangster.

Bagian akhir novel ini memberikan kejutan bagi pembaca Indonesia. Apakah itu? Yuk, cari tahu kisahnya dalam novel yang telah diterbitkan di 40 negara ini!

banner-the-100-yoman-resize

After Rain : Suatu Saat Aku Berhenti Menangisimu

After Rain

“Kalau ada yang bilang bye, lebih baik kamu jawab see you. Kecuali kamu benar-benar nggak mau ketemu dia lagi.” (Halaman 178)

Kisah cinta terlarang Seren dan Bara. Seren dan Bara saling mencintai meskipun Bara sudah memiliki istri dan mempunyai seorang anak. Mengapa Seren bertahan?

Tiga tahun lalu, Bara sudah membuat pilihan untuk menikahi Anggi, sekaligus memilih untuk tetap mencintaiku. Aku pun memilih tetap menunggu Bara. Memilih untuk tetap mencintainya.

Merupakan hal tabu bila seorang sudah berumah tangga memiliki hubungan lain di luar pernikahannya. Pernikahan adalah momen sakral yang tak seharusnya dinodai dengan adanya cinta lain selain cinta kepada istri/suami. Pernikahan itu janji setia sampai mati, bersumpah di hadapan Tuhan dan para saksi. Fenomena ini memang tak hanya dikisahkan dramatis dalam sinetron atau novel. Dalam kehidupan nyata, kasus serupa seringkali mewarnai advertorial media cetak maupun elektronik. Jika ini terjadi lantas salah siapa? Well, ada yang mengganggap ini takdir sebagaimana Tuhan telah mengaturnya semua.

Seren dan Bara sudah sepuluh tahun berpacaran. Bahkan untuk tetap berdekatan, Seren bekerja di tempat yang sama dengan Bara. Sepuluh tahun bukan waktu yang sebentar. Hubungan mereka hancur lantaran perjodohan yang dilakukan oleh orangtua Bara. Bara dijodohkan dengan Anggi, anak relasi bisnis orangtua Bara. Sekuat apapun Bara menolak, tidak bisa mengubah keputusan kedua orangtuanya. Bahkan Bara dan Anggi sudah dijodohkan sejak mereka masih di dalam kandungan. Bara terpaksa menerima perjodohan itu dan kemudian menikahi Anggi atas permintaan orangtuanya.

Hujan

Meskipun Bara telah menikah, namun Seren dan Bara tetap menjalin asmara diam-diam. Bara mencintai Seren namun tak sedikitpun mencintai Anggi. Namun, pada hari jadi mereka yang kesepuluh, hubungan itu benar-benar kandas. Bara meninggalkan Seren dan memilih untuk mempertahankan perkawinannya dengan Anggi.

Jika saya jadi Seren mungkin saya akan menangis histeris. Mungkin juga akan menjadi sedikit gila. Tapi bukankah kita tak bisa memaksakan seseorang untuk tetap tinggal bersama kita sementara dia sendiri memiliki ikatan perkawinan yang sah dengan wanita lain? Tentunya kita tak akan mau jadi kambing hitam atas kehancuran rumah tangga orang yang dulunya pernah mencintai kita juga.

Seren sadar akan takdirnya. Meskipun masih ada cinta untuk Bara, ia sadar tak akan kembali pada Bara. Seren bertekad segera move on dari keterpurukan, melupakan Bara walau sangat sulit baginya. Seren memutuskan resign dari tempat ia dan Bara bekerja dan memulai pekerjaan baru sebagai guru bahasa Inggris di salah satu sekolah swasta. Di sekolah itu Seren bertemu Elang, guru musik berkepribadian dingin yang diam-diam memperhatikan Seren.

Perselingkuhan dan perjodohan tampaknya masih menjadi topik menarik untuk diangkat dalam kisah novel. Pun pada kenyataannya, kita tak bisa menutup mata bahwa kedua permasalahan itu kerap kali terjadi di lingkungan sosial masyarakat. Saya sendiri punya pengalaman, beberapa teman pernah dijodohkan dengan anak teman orangtua mereka. Banyak alasan yang melatarbelakangi perjodohan tersebut. Bisa karena untuk membalas budi, hubungan bisnis, atau keakraban/persahabatan antara kedua orangtua masing-masing. Kalau anak suka sama suka tak masalah. Tapi kalau anak sudah punya pilihan sendiri, saya rasa sebaiknya perjodohan tak usah dipaksakan. Kasus Bara dan Anggi dalam novel ini mengkhendaki perjodohan untuk kelangsungan bisnis orangtua mereka. Tak peduli anak tak saling cinta, selama bisnis lancar dan uang mengalir tak perlu memikirkan perasaan anak.

Novel ini mudah ditebak jalan ceritanya. Dari awal membacanya saya sudah menebak ceritanya akan berakhir bahagia. Bermula dari patah hati, lalu move on dengan rasa cinta yang masih membekas, kemudian bertemu dengan orang baru dan voila! Si tokoh utama berhasil move on dan membuka lembaran baru dengan tokoh lainnya. Saya masih menemukan beberapa typo, tak banyak. Semoga jika cetak ulang, tak ada lagi typo.

Keterangan buku

Judul : After Rain : Suatu Saat Aku Berhenti Menangisimu
Penulis : Anggun Prameswari
Penyunting : Ayuning
Proofreader : Jia Effendie
Penerbit : Gagas Media
Tebal : 324 Halaman
Cetakan : I, 2013
ISBN (13) : 978-979-780-659-0
ISBN (10) : 979-780-659-6