A Walk to Remember (Kan Kukenang Selalu) – Nicholas Sparks

A Walk to Remember

Hal yang paling melekat di ingatan saya ketika membaca novel ini adalah film (dengan judul yang sama) beserta soundtrack lagunya yang berjudul Only Hope. Saya lebih dulu mengenal filmnya daripada novelnya. Seingat saya saat itu tahun 2002, saya membaca artikel peluncuran film ini di salah satu majalah remaja langganan saya. Tentu saya masih ingat dengan cuplikan isi artikel tersebut, kurang lebih begini, “Film ini dibintangi oleh Mandy Moore…………..”, “Mandy Moore berperan sebagai seorang gadis sederhana yang membawa Alkitab ke mana-mana.” Saat itu saya tidak terlalu peduli soal film. Justru saya tergila-gila dengan soundtrack film tersebut yang juga dinyanyikan oleh Mandy Moore. Di zamannya, lagu tersebut sering diputar di radio-radio remaja di kota saya. Demi bisa menyanyikan lagu itu, saya rela mencari liriknya di warnet, jauh dari rumah -yang pada zaman itu akses internet masih jarang tersedia. Kemudian saya menyanyikannya di kamar (tidur maupun mandi) sambil berlinang air mata. Lagunya bertambah syahdu dengan selipan ucapan Landon, “Jamie, you know I love you”.

Awal tahun lalu, saya berkenalan dengan teman baru. Teman saya ini selalu menghabiskan sisa malamnya dengan menonton film A Walk to Remember, berulang-ulang, setiap hari. Lantas saya membuka smartphone mencari akun toko buku bekas di Facebook untuk mendapatkan novelnya. Tentu, sebagai pecinta buku saya lebih tertarik membaca novelnya terlebih dahulu daripada menonton filmnya.

Adalah manusiawi ketika kita berharap jodoh yang baik untuk menjadi pendamping di masa depan. Tapi apakah kalian pernah membayangkan bahwa jodoh yang didapat bertolak belakang dengan apa yang diharapkan? Landon tidak pernah bermimpi mendapatkan Jamie, pun sebaliknya Jamie tak pernah tahu kepada siapa ia akan jatuh cinta. Jamie gadis sederhana, Alkitab dibawanya serta untuk menunjukkan dia seorang Kristen yang taat, Jamie sangat senang membantu sesama, menjadi relawan untuk anak yatim piatu. Jika kau merasa ginjalmu tidak beres, Jamie mungkin akan senang hati mendonorkan ginjalnya untukmu. Hal ini sangat bertolak belakang dengan kepribadian Landon. Pemuda ini jahil, nakal, bisa dikatakan urakan. Sesekali waktu, ia dan teman-temannya menggoda Pendeta Hegbert yang notabenenya adalah ayah Jamie dengan sebutan pezina.

Semua itu bermula ketika Landon ingin mengajak Jamie ke pesta dansa sekolah. Padahal, Landon sama sekali tidak akrab dengan Jamie, bisa dikatakan pertemanan mereka hanya sebatas sapaan hangat basa-basi. Jamie bukankah kriteria gadis yang termasuk dalam daftar kencannya. Sebaliknya Jamie, bukan tipe gadis yang mudah diajak kencan. Ini karena Jamie adalah anak seorang pemuka agama sehingga pergaulannya dengan lawan jenis perlu dibatasi. Jamie berada di bawah pengawasan ayahnya, Pendeta Hegbert.

Awalnya mereka berjanji untuk tak saling jatuh cinta. Namun di bagian ini saya bisa menebak bahwa mereka pasti akan saling jatuh cinta. Perkiraan saya tidak meleset. Seiring kebersamaan mereka maka sulit untuk menampik perasaan saling menyukai. Tapi rupanya- sesuai apa yang selalu dikatakan Jamie bahwa Tuhan selalu punya rencana- Landon perlu membuktikan seberapa besar cintanya pada Jamie. Jamie menyembunyikan rahasia besar pada Landon perihal kesehatannya. Di bagian ini saya begitu terharu seraya kembali menebak akhir cerita cinta antara Landon dan Jamie.

Jujur saja, saya bukan penyuka cerita roman. Tidak juga anti terhadap genre ini. Hanya saja, saya membatasi bacaan saya untuk tidak terlalu banyak membaca cerita roman. Saya kadang mengganggap cerita roman terlalu picisan dan dibuat terlalu mendrama. Novel roman yang ada di rak buku saya sengaja disediakan untuk teman-teman yang menyukai gere ini. Oke, itu tadi soal selera.

Novel ini berlatar tahun 1950-an, dikisahkan dengan alur mundur. Landon tua menceritakan awal perkenalannya dengan Jamie, proses mereka jatuh cinta sampai Landon tua berpisah dengan Jamie. Ada keteduhan di hati ketika saya membaca karya Nicholas Sparks. Saya merasakan selalu ada kepiluan yang disajikan dalam setiap cerita. Ada perasaan di mana saya tidak bisa mendapatkan feel itu ketika saya membaca cerita roman penulis lain. Saya tidak terlalu peduli dengan akhir ceritanya. Yang saya tahu, Nicholas Sparks mampu menarik saya untuk membaca karya-karyanya yang lain.

Informasi buku :

Judul : A Walk to Remember (Kan Kukenang Selalu)

Pengarang : Nicholas Sparks

Penerjemah : Kathleen S. W.

Tebal Halaman : 256 halaman

Cetakan ke- : 4 tahun 2003

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

ISBN : 979-686-756-7

4 thoughts on “A Walk to Remember (Kan Kukenang Selalu) – Nicholas Sparks

  1. Reviewnya bagus banget mbak. Saya baru nonton filmnya doang (waktu SD kayaknya) dan belum baca bukunya sampe sekarang. Tapi filmnya bagus banget, bikin nangis sesenggukkan walau ditonton berulang-ulang. Nih bahkan abis baca review mbak, mata saya berkaca-kaca teringat jalan cerita filmnya lagi. Huhuhu >.<

  2. Hey sabdatukangbaca!

    Aku juga peminat buku sama dengan Anda. Apakah Anda punya koleksi buku elektronik (e-book)? Jaran bisa dapat buku dalam bahasa Indonesia online (yg bahasa inggris atau bahasa lain juga bagus!). Aku bersama teman2 membuat situs untuk kumpulkan dan bagikan berkas ( http://www.kumpulbagi.com ). Di situs ini Anda bisa membagikan dengan mudah semuanya tanpa upaya dengan registrasi dan pemberantasan ukuran dan waktu terhapus . Tidak ada pengguna premium. Semuanya gratis… Kalau Anda mau aku mohon untuk membuat koleksi buku elektronik Anda hanya butuh beberapa waktu untuk bagikan sastra yang baik dengan lainya

    Cek koleksi saya dan coba caranya http://kumpulbagi.com/Edoo/buku-sekolah-inggris-1312/list,1,1 !

    Salam

    Edo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s