Receh for Books 2013

Anggaplah ini adalah cara lain menabung. Mengumpulkan uang receh tidaklah sulit. Sedikit demi sedikit akan menjadi banyak. Belum terlambat kan? Hikss… Nyesel deh baru ikutan sekarang 😥

Jadi peraturan tantangan ini adalah:

  1. Kumpulkan uang receh dari Januari-Desember
  2. Jangan dihitung sampai akhir tahun 2013
  3. Setelah semua uang terkumpul, belikan buku yang kamu inginkan/bukunya dihadiahkan ke orang lain
  4. Kalau mau ikut, bikin posting mengenai challenge ini di blog masing-masing (tidak harus blog buku) kemudian masukkan link dari postingan kamu di mr.linky (di blog hostnya)
  5. Pasang banner Receh for book(s)
Ingin tahu lebih banyak soal acara ini? Kunjungi langsung blog hostnya di sini : http://floriayasmin.blogspot.com/2013/01/receh-for-books-2013-wrap-up-post.html
Advertisements

2013 Indonesian Romance Reading Challenge

Image

Sejujurnya saya bukan penggemar bacaan romance. Memang saya suka tapi bukan tipe bacaan yang kerap kali saya beli ketika menyambangi toko buku. So far, saya suka romance karena kebanyakan ceritanya happy ending dan manis. Yay! Saya suka cerita cinta happy ending.

Saya mengikuti event reading challenge ini tidak semata-mata ingin menertibkan buku-buku romance di rak yang semakin menumpuk. Reading challenge ini pastinya juga akan mendispilkan saya dalam membaca segala macam genere buku. Terima kasih kepada Mbak Yuska yang berkenan menghadirkan event ini di tengah-tengah genre buku yang semakin beragam. Alhamdulillah ya belum telat… Karena mepet, saya akan mencoba level Fling saja. Mudah-mudahan bisa mencapai target.

Kapan?
Mulai 1 Januari 2013 sampai 31 Desember 2013.

Siapa saja yang boleh ikutan?
Semua orang boleh ikutan, yang penting usia sudah memenuhi syarat untuk membaca novel dengan unsur roman.

Buku apa yang harus dibaca?
Tentu buku romance karya penulis Indonesia. Boleh dari penerbit mana pun, baik terbitan major publisher atau self-published.

Boleh nggak baca buku romance terjemahan?
Tidak. Buku yang dianjurkan untuk dibaca adalah buku berbahasa Indonesia yang ditulis oleh orang Indonesia :)

Aku udah pernah baca buku romance “A”. Boleh nggak aku baca ulang?
Nggak masalah. Yang penting genrenya romance dan ditulis oleh penulis Indonesia.

Aku suka buku sastra klasik. Boleh nggak aku baca buku karya Pramoedya Ananta Toer, Putu Wijaya, dll?
Sah-sah aja. Yang penting mengandung unsur roman.

Boleh nggak sih aku baca buku antologi?
Tentu boleh, yang penting ada unsur romance-nya.

Kalau aku nggak suka buku yang kubaca dan ga selesai baca tapi tulis review, apa kehitung?
Nggak boleh. Semua buku harus selesai dibaca dan tulis review, baru kehitung untuk challenge ini.

Terus, habis baca bukunya ngapain lagi dong?
Tulis review buku yang kamu baca. Boleh di blog atau goodreads, boleh juga reply di sini. Untuk yang nulis review di blog/goodreads, jangan lupa kasih link ya, biar dishare ke peserta yang lain.

Kalau aku udah lulus level First Date dan waktunya masih cukup, boleh nggak ikutan baca buku lagi supaya level naik?
Sure! Semakin banyak buku yang dibaca, tentu semakin baik :)

Ada hadiah nggak untuk peserta yang ikut tantangan ini?
Ada. Thanks to para sponsor:

Copy of Logo Stiletto

wallp2

logo

Semoga ada penerbit lain yang mau ikut mensponsori hadiah ya supaya semakin meriah.

Level:

Fling: membaca 1-3 buku
First Date: membaca 4-7 buku
Going Steady: membaca 8-11 buku
Engaged: membaca 12-14 buku
Married: membaca 15+ buku

Kamu tertarik ikutan event reading challenge ini? Masih ada kesempatan kok. Sila mengunjungi blog host-nya di sini.

Mendekap Rasa

Image

Judul                                     : Mendekap Rasa

Penulis                                 : Aditia Yudis & Ifnur Hikmah

Pnenerbit                            : Bukune

Jumlah Halaman               : 394 Halaman

Cetakan                               : I, Januari 2013

ISBN                                      : 978-602-220-091-8

“Aku bisa membuatmu jatuh cinta kepadaku meski kau tak cinta kepadaku.” (Dewa)

Apakah memang CINTA adalah modal utama dalam menjalin suatu hubungan (terlebih dalam rumah tangga)? Apakah bisa sebuah hubungan bertahan jika salah satu pihak atau keduanya tak pernah saling cinta? Pernahkah terbesit dalam pikiran, apakah pasangan kita benar-benar mencintai, atau sebaliknya apakah kita sudah benar-benar mencintai pasangan kita. Jangan-jangan dia (atau kita sendiri) hanya pelarian karena memang sebetulnya tak ada rasa cinta di hatinya. Kemudian menjadikan hubungan ini hanya sebagai status belaka tersebab gagal move on dari pasangan sebelumnya. Nah!

Dalam urusan asmara, Carissa dan Mike memiliki kesamaan di masa lalu. Keduanya ditinggalkan pasangan masing-masing jelang hari bahagia. Pasca ditinggalkan tunangannya, Carissa menganggap laki-laki yang masuk ke dalam hidupnya sekedar momen selintas saja tanpa harus dikenang. I am number one, adalah jargon hidup Carrisa, termasuk dalam hal percintaan, dialah yang selalu mencampakkan setiap laki-laki yang dipacarinya.

Rama, mantan tunangan Carissa membatalkan rencana pernikahan mereka setelah mengetahui tak ada cinta di hati Carissa.

“Bagiku, terlalu mengada-ada dengan ungkapan cinta akan tumbuh dengan sendirinya. Bagiku harus ada cinta atau setidaknya rasa sayang sebelum kita berani melangkah lebih jauh. Pernikahan memerlukan fondasi yang kuat, dan itu yang tidak kita miliki.” Itu kata-kata Rama, dulu. (Halaman 206)

Sementara Mike putus dengan tunangannya, Amelia, tersebab Mike ketahuan menghamili perempuan lain. Carissa dan Mike dikenalkan oleh mantan pacar Carissa, Narendra. Singkatnya, Carissa dan Mike memutuskan untuk berkencan.

Pernahkah mengalami ketika kita sangat mencintai seseorang, orang itu malah mencintai orang lain dan bukan kita? Bagaimana rasanya? Pilu. Ya. Okelah, anggap saja ini karma. Dulu Carissa pernah tidak mencintai Rama, tapi kini keadaannya berbalik. Mike, lelaki yang sangat dicintai Carrisa lebih memilih terjebak nostalgia dengan mantan tunangannya. Sementara Mike sama sekali tidak mencintai Carrisa.

Membaca novel ini saya suka sekaligus sebal. Suka karena dua penulis ini menciptakan konflik antartokoh yang begitu kuat hingga akhir cerita. Saya rasa konflik antartokohnya pas dan tidak berlebihan. Pun saya suka tatkala penulis memisahkan POV Carissa dan Mike di bagian tersendiri. Ini memudahkan pembaca agar tidak bingung dalam setiap pergantian POV. Sebalnya saya sama novel ini subjektif. Alamak, saya paling tidak suka jika sudah berkomitmen, pasangan saya masih memikirkan wanita lain terlebih dia adalah mantan pacar atau wanita yang dulunya pernah disukai oleh pasangan saya. Saya geram dengan Mike yang gagal move, gagal bangkit dari masa lalu. Sementara Carrisa dengan segala cara berusaha menjadi seseorang yang layak dicintai Mike. Saya juga geram dengan tokoh Carrisa yang kekanakan dan tidak sopan. Padahal kalau dilihat dari umurnya, Carrisa bisa dikatakan sepuh yaitu sudah kepala tiga. Simaklah apa yang dia ucapkan pada saat perjamuan makan di rumah kerabat Mike :

“Hari gini masih berkutat di dapur? Mana sempat. Lagian ya, ngapain coba sekolah tinggi-tinggi kalau cuma bakalan berakhir di dapur.”

Dalam novel ini terdapat beberapa typo. Tidak banyak jumlahnya namun cukup disayangkan. Dan yang saya ingin keluhkan adalah penggunaan font yang tidak bisa dibaca. Font seperti ini saya rasa sangat mengganggu. Ini contohnya :

Image

Image

Well, kembali ke pertanyaan awal, “Apakah memang CINTA adalah modal utama dalam menjalin suatu hubungan (terlebih dalam rumah tangga)?” Untuk jawabannya, saya mengutip pernyataan Ustaz Moh. Fauzil Adhim dalam cuitannya di Twitter. “Apakah cinta itu bekal penting menikah? Tidak. Betapa banyak yang menikah dengan berbekal niat lurus dan tujuan besar, tanpa saling cinta.”

Beberapa kutipan :

“Perempuan yang bisa masak pada zaman kayak sekarang jauh lebih hebat. Langka.” (Halaman 47)

“Aku tidak mengerti apa yang aku rasakan. Berhari-hari bersamanya, menghabiskan waktu demi waktu dalam kemanjaan dan pertengkaran kecil, serasa menjadi oksigen baru dalam hidupku. Mungkin, baru sebentar kami saling mengenal, tetapi tidak kumengerti mengapa aku rela memberikan hati dan hidupku untuknya.” (Halaman 59)

“Saat kamu berada di samping orang yang tepat, pikiran dan hatimu sejalan.” (Halaman 67)

“Tapi, katanya cinta itu bisa tumbuh. Lo hanya perlu percaya dan mengikhlaskan cinta itu untuk hadir.” (Halaman 349)

“Aku ingin berakhir bersama pria yang kucintai.” (Halaman 390)

A Street Cat Named Bob

ImageJika bertemu kucing lucu apa sih reaksi kita? Otomatis tangan ini pengin belai-belai, elus-elus,  pengin gendong, atau bisa jadi pengin dibawa pulang. Kucing adalah satu di antara hewan menggemaskan yang banyak dipelihara kebanyakan orang selain anjing. Kucing tak sekedar hewan peliharaan. Lebih dari itu, kucing bisa dijadikan sahabat sekaligus obat pelipur lara kala sepi. Tingkahnya yang lucu nan menggemaskan menjadi hiburan tersendiri.

Adalah James Bowen, pengamen jalanan di sudut kota London, memulai babak baru hidupnya ketika menemukan seekor kucing jantan berbulu jingga yang sedang duduk manis di koridor rumah susunnya pada Kamis petang di bulan Maret. James mengira kucing itu milik seseorang, namun setelah James bertanya kesana kemari tidak ada yang mengaku kehilangan ataupun memiliki kucing itu. Menyadari kucing itu bukan miliknya, lantas James membiarkan kucing itu tetap duduk manis di koridor rumahnya. Namun siapa sangka, kucing malang tak bertuan itu ternyata setia menunggui James pulang mengamen pada hari-hari berikutnya. James yang iba lalu memutuskan untuk memeliharanya.

James menamainya Bob. Uhh, nama yang jantan sekali! Bob sebenarnya sakit, tubuhnya penuh luka, kepalanya pitak dan jalannya agak pincang karena luka menganga pada kakinya. James Bowen yang baik hati lalu membawanya ke RSPCA (Rescue Dogs, Cats, Pets, Horses atau Penyelamat Anjing, Kucing, Hewan Peliharaan, dan Kuda) untuk mendapatkan pengobatan atas luka-luka Bob.

James merawat dan memperlakukan Bob  layaknya anak sendiri. Karena kasih sayang yang tulus  itu membuat Bob tak mau ditinggalkan James. Setiap hari Bob ikut James mengamen di Covert Garden. Uniknya, Bob selalu bertengger di pundak James dengan manisnya. Pemandangan unik ini tentu menarik perhatian pejalan kaki di sepanjang Covert Garden. Sebentar-sebentar James menghentikan langkahnya hanya karena seseorang atau dua orang ingin mengelus-elus Bob sambil berujar “Tampan sekali kucingnya!” atau “Kalian berdua cocok sekali!”

Bagi James, pertemuan tak sengaja dengan Bob merupakan berkah. Bob lucu, tampan, dan menggemaskan, semua orang menyayanginya. James merasakan betul perbedaan penghasilannya mengamen sebelum dan sesudah kedatangan Bob. Ya, Bob mendatangkan penny lebih banyak dibandingkan dengan James mengamen sendirian.

James sebetulnya pecandu narkoba. Hidupnya kacau, sempat menggelandang sebelum akhirnya menemukan tempat yang layak di rumah susun sederhana. Hubungan dengan keluarganya juga terbilang tidak harmonis. Boleh dibilang James anak buangan yang tak memiliki masa depan. Saat menemukan Bob, James sedang menjalani terapi penyembuhan ketergantungan obat-obatan terlarang. Kehadiran Bob mengubah pandangan hidupnya. Ia bertekad untuk sembuh dan menata kembali hidupnya yang berantakan. Etos kerjanya meningkat karena rasa tanggung jawabnya pada Bob yang harus ia hidupi. Namun James kembali diuji. Beberapa tahun menjadi musisi jalanan, James beralih pekerjaan menjadi penjual surat kabar Big Issue karena pekerjaan sebagai musisi jalanan tak lagi menjanjikan kehidupan yang layak baginya dan Bob. James dilarang mengamen lagi.

Sebetulnya kisah kucing seperti ini bukanlah hal yang baru. Sebelumnya ada Dewey, Kucing Bernama Dickens, dan kumpulan cerita The Cat Stories. Hanya saja saya baru kali ini membaca cerita kucing yang diangkat dari kisah nyata.  Kisahnya menarik, inspiratif, mengharukan, dan begitu menghangatkan hati.  Di beberapa bagian, saya sempat menitikkan air mata karena tersentuh dengan kisahnya.

Tentang Penulis :

James Bowen adalah seorang musisi jalanan di London, Inggris. Dia menemukan Bob si kucing berbulu jingga pada musim panas 2007 dan sejak itu pasangan ini tak terpisahkan. Kisah terbaru petualangan James dan Bob bisa diikuti melalui akun Twitter pribadi Bob :@streetcatbob

 

Judul buku : A Street Cat Named Bob

Pengarang : James Bowen

Penerjemah : Istiana Prajoko

Tebal Halaman : 320 Halaman

Penerbit : Serambi Ilmu Semesta

ISBN : 978-979-024-393-4

Harga : Rp39.000,00

Rating Pribadi : 5 of 5