Surat Panjang Tentang Jarak Kita yang Jutaan Tahun Cahaya – Dewi Kharisma Michellia

 

Image

 

Judul: Surat Panjang Tentang Jarak Kita yang Jutaan Tahun Cahaya

Penulis: Dewi Kharisma Michellia

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Jumlah Halaman: 240 Halaman

ISBN: 978-979-22-9640-2

Rating Pribadi: 4/5

Status: Pinjam @poetrazaman

Kau tahu mengapa ketika lahir kita tidak langsung menjadi diri kita yang sekarang? Kau harus melalui sekian proses untuk menjadi seseorang  dengan karakter tertentu dan bahkan terus berkembang tanpa henti. Makanan yang kau konsumsi dan kegiatan fisik yang kaulakukan hingga hari ini menentukan  bagaimana penampilan fisikmu. Orang-orang yang kau temui memengaruhi gaya berpakaianmu, caramu berinterkasi, hingga pola pikirmu. (halaman 200)

Kasih tak sampai. Itulah kesan pertama saya setelah menamatkan novel ini. Tokoh sentral, yang kemudian saya menyebutnya Nyonya Alien adalah seorang wanita lajang usia empat puluhan, yang masih mencintai teman masa kecilnya, yang ia sebut sebagai Tuan Alien. Lewat surat panjang ini, Nyonya Alien menjabarkan isi hatinya bahwa cinta yang dulu mereka ikrarkan tak pernah lekang dalam kenangannya. Sampai suatu hari, berita tentang pernikahan Tuan Alien sampai ke telinganya.

Kumpulan surat ini terindikasi sebagai curhat yang ditujukan kepada Tuan Alien pasca mereka terpisah. Buntelan surat tersebut berisi ragam hal. Mulai dari cerita keluarga Nyonya Alien; tentang Ayah dan Ibunya yang berbeda agama. Diceritakan pula bagaimana Nyonya Alien menjalani kehidupan pribadinya; tentang profesinya sebagai jurnalis, kuliah yang tidak selesai, tentang buku-buku bacaannya, dan perkenalannya dengan seorang penjual buku baik hati yang ternyata gay. Tentang kisah cintanya yang kandas dengan seorang seniman. Dan tentang penyakit yang menggerogoti fisiknya.

Surat panjang ini semacam surat perpisahan kepada Tuan Alien. Belum lagi kondisi kesehatan Nyonya Alien yang semakin hari semakin memburuk yang seolah menjadi pertanda bahwa umurnya tak panjang lagi. Ia ingin mengucapkan selamat tinggal saja pada cinta yang tak pernah dimilikinya. “Tahun lalu aku mendapat kutipan yang sangat bagus dari film yang kutonton. Wong Kar Wai seolah-olah menciptakab My Blueberry Nights khusus untukku. Sedikit banyak ia merefleksikan apa yang aku rasakan saat ini. how do you say goodbye to someoneyou can’t imagine living without? I didn’t say goodbye, I didn’t say anything, I just walked away. Aku tak pernah menyangka aku akan menghiupi kutipan film itu untuk kehidupan nayataku”, (halaman 187).        

Surat Panjang Tentang Jarak Kita yang Jutaan Tahun Cahaya adalah novel unggulan Dewan Kesenian Jakarta tahun 2012. Namun sayangnya, tidak ada dialog antartokoh di dalamnya, hanya berisi narasi si tokoh utama. Saya adalah tipe pembaca yang tidak begitu menyukai novel jenis ini. Betapa membosankan membaca novel tanpa sebaris dialog pun. Ketiadaan dialog menurut saya menjadi kelemahan suatu novel karena dengan adanya dialog menjadikan cerita lebih hidup. Namun anehnya, saya kok berhasil menuntaskan novel setebal 240 halaman ini, ya? Oke, abaikan ketidaksukaan saya terhadap absennya dialog di novel ini. Karena ini surat maka saya memakluminya. Saya suka diksinya; oke. Saya suka tokoh Nyonya Alien, suka pake banget. Bukan tokoh dengan karakter malaikat yang mendominasi cerita picisan. Nyonya Alien mempunyai karakter yang kuat, ya tentu saja, karena dari awal sampai akhir penulis menggunakan POV 1. Sosok Nyonya Alien ini terkesan urakan dan semau gue. Nyonya Alien digambarkan sebagai sosok yang kelam, jalan hidupnya muram, dan kurang beruntung dalam urusan asmara. Penulis laksana pendongeng ulung. Saya menikmati halaman demi halaman yang seolah-olah dibisikkan cerita oleh si penulis. Semua tokoh dalam novel ini tak bernama. Kita akan menemui sederet nama seperti Tuan Alien, Gadis Berliontin Naga, dan Tuan Pemilik Toko Buku.

Dewi Kharisma Michellia, di usianya yang masih cukup muda (lebih muda beberapa tahun dari saya :berasatua:) termasuk penulis yang cukup berani menyempilkan vulgarisme (mudah-mudahan istilahnya bener nih :D) dalam tulisannya. Saya kaget mendapati tulisan yang sedemikian dewasa itu. Entahlah. Apa memang itu tulisan Michlle sendiri ataukah kerjaan editor. Yaa tapi itu sah-sah saja.

7 thoughts on “Surat Panjang Tentang Jarak Kita yang Jutaan Tahun Cahaya – Dewi Kharisma Michellia

    • Gak enak memang kalo gak ada dialog. Kurang rame. Hehehehe. Aku pernah baca Jakarta! The Big Durian, pengarangnya orang asing, lupa siapa namanya. Di situ gak ada dialog juga. Baru halaman 36 aku udah nyerah bacanya. Ngebosenin. Gak seasik baca novel si Michelle ini. IMHO😀

  1. meskipun gda dialog, cuma skedar menceritakan melalui surat..tapi isinya keren bgt, bhasa nya, alur nya bahkan karakter tokoh nya pun gw suka…ktahuan banget kalo pengerang punya pengetahuan yang tinggi dan gaya bahsa yang menarik..
    gud job buat Demi Kharisma Michellia😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s