Review : 5 Pesan Damai

Image

Ini buku Islami ke-empat karya Vbi Djenggoten setelah tiga buku sebelumnya berhasil mendulang sukses. Buku yang ke-empat ini sedikit berbeda dengan tiga buku sebelumnya. Tema yang diusung kali ini tentang jihad, yang menurut saya (dan teman-teman Goodreads) agak berat.

Bagi orang awam, jihad identik dengan aksi terorisme, peperangan dan pengeboman. Benarkah?  Jihad tidak melulu soal itu. Mari kita kroscek definisi jihad. Secara etimologi, jihad berarti mencurahkan usaha (badz al-juhd), kemampuan dan tenaga. Kalau dari segi bahasa berarti menanggung kesulitan. Sedangkan menurut Hasan Al Bana menyebutkan bahwa jihad adalah suatu kewajiban muslim yang berkelanjutan hingga akhir kiamat. Tingkat kerendahannya berupa penolakan hati atas keburukan dan tertinggi berupa perang di jalan Allah. Ibnu Mandzur, dalam Lisan Al Arab, menuliskan, bahwa jihad adalah memerangi musuh, mencurahkan segala kemampuan dan tenaga berupa kata-kata, perbuatan atau segala sesuatu yang sesuai kemampuan. Yusuf Qardhawi menuliskan dalam fiqih Jihad, setiap perang dengan niat yang benar adalah jihad. Namun tidak setiap jihad adalah perang. Ibnu Taimiya, dalam Mathalib Uli Al Nuha menjabarkan lebih luas lagi tentang jihad, salah satunya jihad dengan hati.  Yang terakhir, Ibnu Al Qayyim membagi jihad dalam tiga belas tingkatan. Jadi, yang harus selalu diingat tentang jihad adalah bahwa tujuan utama jihad adalah untuk menegakkan kalimat Allah, bukanlah untuk beperang atau  membuat medan peperangan sedangkan perang itu sendiri adalah salah satu cara yang digunakan untuk berjihad (halaman 32).

Karena pengetahuan agama yang minim maka jihad menjadi sesuatu yang dimaknai sempit. Padahal jihad itu sendiri, seperti yang dijelaskan di atas, sangat luas cakupannya. Salah kaprah soal jihad sudah mengakar pada masyarakat. Mindset masyarakat sudah terlanjur terbentuk, bila bertemu orang berjenggot panjang dan mengenakan kurta (gamis) yang langsung terbayang adalah aksi terorisme. Saya sendiri pernah mendengar seorang tetangga berujar seperti ini, “Itu suaminya si Fulan jenggotnya panjang bener, pake sarung dan bajunya kayak gitu lagi. Ngeliatnya jadi ngeri, kayak teroris yang di tivi-tivi itu.” Saat itu saya kaget bukan main dan saya cuma bisa beristighfar atas prasangka buruk ibu itu. Itulah fakta yang terjadi di masyarakat. Sebagaimana yang kita tahu, terorisme bukanlah jihad.

Lantas seperti apa bentuk jihad yang benar itu? Apakah kita perlu ke Palestina untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang ditindas? Bisa jadi. Dalam buku ini dijelaskan bahwa menurut Ibnu Al Qoyyim, salah satu jihad adalah dengan jiwa. Bila dirasa mampu, tidak ada salahnya berjihad ke wilayah yang sedang konflik. Tapi tentu keberanian itu tidak dimiliki kebanyakan orang, kan? Lalu sebagai umat muslim yang ingin berjihad, seperti apa bentuk jihadnya? Kita bisa memulainya dengan hal-hal yang ringan saja, misalnya jihad dengan hati yaitu dengan mendoakan mereka yang didzolimi oleh orang-orang kafir. Dalam hal ini kita bisa mendoakan saudara-saudara kita yang ada di Palestina, Rohinya, Suriah, dan lain-lain. Praktis, hanya berdoa, ya berdoa saja. Contoh lainnya berjihad dengan harta. Sedekah, bahasa sehari-harinya. Sedekah tidak perlu menunggu kaya, jika ada rezeki kita bisa berjihad dengan sedikit harta yang kita miliki. Mengingatkan saudara kita yang hendak berbuat kemunkaran juga bisa disebut jihad. Jadi, jihad itu sederhana, yang penting ada niat yang tulus untuk memerangi kebathilan. Jihad yang benar dimulai dari diri sendiri, yaitu dengan mengontrol hawa nafsu yang berwujud godaan setan.

Dan yang ingin saya keluhkan di sini adalah masih ada kekhilafan editor dalam mengecek kata yang tidak baku. Sayangnya saya lupa mencatat *dikepruk* Kecuali ada kata-kata yang memang dibuat sengaja menyesuaikan bahasa sehari-hari, seperti misalnya kata “kayak”, “gak”, “kalo”, “ijo”, dan lain-lain.

Buku ini hadir dengan gayanya sendiri. Singkat, padat, dan berisi menjadi ciri khas yang melekat. Yang paling saya suka dari buku ini adalah ilustrasinya. Isi menjadi bagian favorit saya yang kedua. Saya merekomenasikan para remaja untuk membaca buku ini agar mereka melek tentang jihad. Semoga karya Vbi Djenggoten kali ini bisa mencerahkan dan memberikan wawasan keislaman kepada masyarakat. Ditunggu karya-karya berikutnya.

Jihad adalah ketika seorang muslim mencurahkan usahanya untuk melawan keburukan dan jebatilan. Dimulai dengan jihad terhadap keburukan yang ada di dalam diri dirinya dalam bentuk godaan setan, dilanjutkan dengan melawan keburukan di sekitar masyarakat, dan berakhir dengan melawan keburukan di mana pun, sesuai dengan kemampuan. (Yusuf Qardhawi – Fiqih Jihad)

 

Judul                                     : 5 Pesan Damai

Penulis                                  : vbi_djenggoten

Penerbit                                : Zahira

Jumlah Halaman                   : 136 Halaman

Cetakan ke-                           : I, Mei 2013

ISBN                                       : 978-602-17815-3-1

Harga                                     : Rp37.000,00

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s