Review Buku Halal Is My Way (Edukasi Halal Untuk Semua Umur)

Image

Judul  : Halal Is My Way

Pengarang : Aisha Maharani

Co Writer : Sophie Beatrix

Tebal halaman : 110 Halaman

Penerbit : Mizania

ISBN : 978-602-9255-35-5

Harga : Rp39.000

Cetakan ke- : I, Desember 2012

Sinopsis

Jajan apa, ya, enaknya? Ke restoran? Makan snack? Minuman kemasan? Atau mau bikin kue sendiri? Bikin usaha makanan dan minuman sendiri, ah, biar bisa terjaga dari hal-hal yang HARAM.

Tunggu dulu!!!

Baca buku ini, ya, biar bisa tahu jenis makanan dan minuman apa saja yang diharamkan dan dampaknya. Selain itu, juga edukasi tentang bagaimana mengurus SERTIFIKASI HALAL  jika akan membuka usaha makanan-minuman halal.

Dan makanlah yang halal lagi baik dari apa yang telah direzekikan kepadamu dan bertaqwalah kepada Allah yang kamu beriman kepadaNya. (QS Al Maidah [5] : 88)

Sungguh Allah telah menerangkan kepada kamu apa yang dihramkanNya atas kamu. (QS Al An’am [6] : 119)

Bagi umat Islam, kehalalan  menjadi faktor utama dalam memilih makanan/minuman. Halal dalam arti, makanan/minuman itu tidak mengandung unsur babi ataupun alkohol (khamr).  Jika kedua zat ini sudah diolah menjadi makanan atau minuman, maka akan sulit sekali mendeteksi kehalalannya. Oleh sebab itu, sebagai konsumen kita harus cerdas. Kita cari tahu sendiri produk-produk makanan/minuman apa saja yang sudah pasti terjamin kehalalannya. Konsumen berhak tahu zat apa saja yang terdapat pada makanan/minuman yang dikonsumsinya. Kehadiran buku Halal Is My Way ini membuka mata kita bahwa di negara dengan jumlah umat Islam terbesar ini masih banyak ditemukan produk-produk yang tidak jelas kehalalannya. Lalu bagaimana kita bisa tahu suatu produk itu halal atau tidak?

Ketika kita membeli makanan/minuman kemasan, apa yang kita perhatikan dari kemasannya? Bahan-bahannya? Kandungan gizinya? Tanggal kadaluarsanya? Label LPPOM? Label halal MUI? Atau asal beli aja gak perhatikan label apapun? Sekarang, apa sih yang harus kita perhatikan betul ketika membeli makanan/minuman kemasan? Yang harus diperhatikan adalah ada tidaknya label halal MUI. Selain Badan POM, kita juga punya lembaga penjamin kehalalan makanan lain yaitu  MUI. Ibaratnya nih, kehalalan suatu makanan/minuman itu dianggap gak sah kalo gak ada label sertifikasi halal MUI. Ngomongin label halal MUI, tentunya kita sudah tau ya! Biasanya kalo kita beli produk makanan/minuman ada logo bundar berwarna hijau atau hitam ada tulisan halal dalam bahasa arab serta tulisan melingkar Majelis Ulama Indonesia. Melalui lembaga sertifikasi halal MUI inilah kandungan bahan makanan/minuman itu diuji. Jika tidak terindikasi ada unsur-unsur haram maka MUI wajib menerbitkan sertifikasi halal.

Nah, sekarang buat yang suka makan dan ngopi-ngopi di resto atau kafe. Kadang untuk makan di suatu resto, kita gak lagi mikir soal kehalalannya. Maksud saya, ada memang resto yang jelas-jelas menjual makanan/minuman haram. Sudah pasti kita gak makan di tempat ini dong ya! Kita suka kebiasaan makan di suatu tempat karena alasan makanannya enak, harga murah, atau suasana restonya cozy. Setelah baca buku ini, saya mikir lagi bahwa untuk makan di restoran; rasa, harga, dan prestis sudah tidak penting lagi. Lagi-lagi, kehalalan menjadi faktor penentu apakah saya mau makan di resto itu atau tidak. Bagaimana mengetahui kehalalan suatu resto? Caranya, coba kalo lagi mau makan di resto/kafe cek di pintu masuknya. Biasanya resto yang sudah halal terdapat stiker logo halal MUI nempel di pintu masuknya. Kalo gak ada? Masuk ke dalem restonya, liat di dinding. Biasanya resto yang sudah halal menempelkan kopian sertifikasi halal MUI di dinding resto. Kalo kopian SH MUI ada, langkah selanjutnya cek tanggal kadaluarsa. SH MUI hanya berlaku untuk dua tahun saja. Kalo gak menemukan stiker dan kopian SH MUI bisa dipastikan resto tersebut belum ber-SH MUI.

Mau makan kok ribet banget ya! Beli makanan kemasan harus bolak-balik bungkusnya dulu. Mau makan di restoran harus ngecek dulu, hunting resto yang ada label halalnya. Duh, ribet deh untuk urusan makan aja. Ya, kita gak pernah tahu ada zat apa di balik bumbu (rahasia), peralatan masaknya bagaimana; apakah alat masak makanan haram dan halal jadi satu, terus belum lagi tempat nyuci piringnya; bisa jadi juga bercampur dengan piring-piring makanan haram. Di sinilah peran lembaga sertifikasi halal. Semua bahan diteliti untuk diketahui ada tidaknya unsur haram dalam suatu makanan.

Ribet memang, tapi yuk kita intip dampak mengkonsumsi makanan/minuman haram!

Sanksi dari Allah SWT :

  1. Tidak diterima amalannya (HR Al Thabrani)
  2. Shalatnya tidak diterima (HR Ahmad)
  3. Doanya tidak terkabul (HR Muslim)
  4. Mengeraskan hati (Thabaqat Al Hanabillah)
  5. Mengikis keimanan (HR Bukhari dan Muslim)
  6. Haji dan umrahnya tertolak (HR Al Thabrani)
  7. Sedekah dan silaturahminya sia-sia (HR Abu Dawud)
  8. Mencampakkan pelakunya ke neraka (HR Al Tirmizi) (Halaman 19-21)

Efek bagi tubuh : mendatangkan penyakit, misalnya flu babi antraks, tetanus, dll. Gangguan pada organ-organ tubuh, misalnya menurunnya fungsi kerja otak.

Terbukti kan mengkonsumsi sesuatu yang haram gak menyehatkan jasmani maupun rohani. Saatnya kita peduli. Kalo bukan kita siapa lagi. Saatnya kita menyerukan kebaikan pada sesama. Mulai sekarang, kampanyekan produk halal pada siapa pun. Sejak baca buku ini saya jadi lebih bawel soal makanan. Eh tapi, kehalalan produk gak cuma sebatas pada makanan atau minuman saja. Saya kasih bocoran sedikit, buku ini sebetulnya berseri. Nah, yang sedang saya bahas ini memang seri makanan dan minuman. Untuk kedepannya akan dibahas kehalalan produk kosmetik, pakaian, tas, dan sepatu. Nah, makin pinter deh! Gak sabar nunggu seri selanjutnya!

Buku ini juga dilengkapi beberapa resep membuat makanan dan minuman halal. Bahannya mudah didapat dan cara membuatnya mudah. Buruan deh, bergegas ke toko buku atau pinjem sama temanmu!😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s